Bogor (Kemenag) --- Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Alquran berlangsung di Bogor dan dibuka oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd Rahman Mas'ud. 

Berlangsung tiga hari,  25-27 September 2018, Mukernas diikuti 110 ulama Alquran Indonesia,  dan lima ulama Alquran dari Mesir, Pakistan, Yordania, Saudi Arabia, dan Brunei Darussalam. 

Jakarta (25/09/2018) - Kementerian Agama akan menggelar kembali Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Al-Qur'an. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ), Muchlis M. Hanafi  mengatakan, Mukernas kali ini akan dihadiri pakar ilmu Al-Qur'an dari dalam dan luar negeri. 

Salah satu kegiatan pengembangan hasil penelitian Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) adalah dengan melakukan workshop manuskrip Al-Qur’an Nusantara yang diselenggarakan di beberapa kota. Kegiatan workshop di Yogyakarta kali ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya di Mataram, Aceh, dan Padang. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini didukung pula oleh Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) dan Laboratorium Studi Al-Qur’an dan Hadis (LSQH).

Jakarta (21/09/2018) - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama akan mengadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Alquran  dari 25-27 September  2018 di Kota Bogor, Jawa Barat. Tema yang diangkat dalam mukernas kali ini yaitu "Wasatiyah Islam untuk Kehidupan Beragama yang lebih Moderat, Damai, dan Toleran".

Jakarta (07/06/2018) - Kasatreskim Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono, SH mengatakan bahwa kejadian lembaran Al-Qur`an yang dibuat nota pengiriman ELTEHA terjadi karena ketidaksengajaan. Kasus ini berawal dari sisa lembar cetak Surah Yasin yang diletakkan oleh Agus Rianto di atas kertas bekas yang lain, dan tidak ditaruh secara terpisah. Oleh pegawai yang lain, Ibu Ikke, kertas bekas yang berisikan ayat Al-Qur`an itu kemudian digunakan untuk mencetak alamat kiriman barang ke Sumenep. Memang kebiasaaan di kantor ELTEHA Blitar untuk mencetak  alamat barang yang dikirimkan menggunakan kertas bekas, sedangkan untuk resi memakai kertas yang baru.