Foto Sidang Penyusunan Buku Sejarah Mushaf Standar IndonesiaDepok (02/10/2012) - Mushaf Standar Indonesia yang menjadi rujukan resmi pemerintah dalam penerbitan Mushaf Al-Qur’an di tanah air tidaklah lahir dari ruang yang kosong. Ada banyak diskusi dan dialektika cukup ketat yang menyertai lahirnya Mushaf ini. Sedikitnya ada sembilan rangkaian Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Al-Qur’anyang diselenggarakan sejak tahun 1974-1983 yang mengiringi lahirnya Mushaf Standar Indonesia. Pembahasan yang muncul pada beberapa Muker mulai dari persoalan penetapan qiraat, yakni qiraat ‘Asim riwayat Hafs, penetapan bahwa Mushaf Al-Qur’an tidak boleh ditulis selain dengan Rasm Usmani kecuali dalam keadaan darurat, pembahasan dan penetapan tanda waqaf, hingga problematika dalam penyusunan mushaf Al-Qur’an Braille yang dikhususkanbagi kalangan tunanetra.

Foto Sidang Penyusunan Mushaf Al-Qur'an BrailleBandung (27/09/2012). Beberapa tahun belakangan ini, gairah penerbitan dan pencetakan mushaf Al-Qur’an di Indonesia tampak begitu semarak. Namun sayang, gairah ini hanya menyasar kalangan pembaca awas sehingga nyaris tidak memberi ruang yang cukup bagi kalangan tunatetra. Dengan kata lain, animo penerbitan mushaf Al-Qur’an hanya memihak mereka yang memiliki kemampuan melihat secara sempurna dan kurang berpihak pada mereka yang memiliki keterbatasan pengelihatan. Untuk itulah, Lajnah secara berkala mengadakan Sidang Penyusunan Al-Qur’an Braille dan Terjemahnya yang dimulai sejak permulaan tahun 2012 demi memenuhi kebutuhan tersebut.

Foto Kabid. BQMI menyerahkan poster Mushaf IstiqlalYogyakarta (23/09/2012) - Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQMI) Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an untuk yang pertama kalinya hadir di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta melalui pameran pada Festival Museum Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengambil tema “Museum Goes to Istana”. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY bekerja sama dengan Badan Musyawarah Musea (Baramus) DIY dan ini merupakan yang kelima kalinya diadakan di Yogyakarta. Sesuai dengan tema festival, kali ini pameran bertempat di area Keraton Yogyakarta, yaitu di Gedung Pagelaran, tanggal 23 – 28 September 2012.

Foto Pembukaan Lokakarya oleh Ka. Balitbang dan DiklatBogor (25/09/2012). “Menuju Standardisasi Penerbitan Mushaf Al-Qur’an”. Demikian tema Lokakarya yang diselenggarakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an tahun 2012. Tema ini sengaja diangkat penyelenggara mengingat belakangan ini muncul sejumlah kritik cukup keras yang disuarakan masyarakat, khususnya beberapa orang pada lembaga  tertentu melalui sejumlah media cetak yang ditujukan langsung kepada Lajnah sebagai pihak yang dianggap memiliki tanggung jawab dalam penerbitan, percetakan, hingga peredaran mushaf Al-Qur’an.

Foto Sidang Tafsir Al-WajizDepok (5/9/2012) - Setelah vakum hampir selama dua bulan, dikarenakan Ramadhan dan Idul Fitri,sidang penyusunan Tafsir al-Wajizkembali dilanjutkan,di Hotel Bumi Wiyata, tgl 5 – 7 September. Hadir pada sidang tersebut Kepala Lajnah Petashihan Mushaf Al-Qur’an, H. Muhammad Shohib,MA,  Kepala Bidang Pengkajian, Dr.Muchlis Hanafi, dan sebagai nara sumber, Dr.Malik Madani.