Foto Suasana Sidang Pokja IV Membahas Buku Tafsir IlmiJakarta (24/06) - Musyawarah Kerja Ulama Al-Qur’an yang telah dilaksanakan di Mataram tanggal 21-23 Juni 2011 ini membahas 13 buku Tafsir Tematik yang disusun tahun 2007 dan diterbitkan tahun 2008, masing-masing berjudul (1) Hubungan antar-Umat Beragama, (2) Al-Qur'an dan Pemberdayaan Kaum Duafa, (3) Membangun Keluarga Harmonis, (4) Pembangunan Ekonomi Umat, (5) Kedudukan dan Perang Perempuan, (6) Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, dan Berpolitik, (7) Pelestarian Lingkungan Hidup, (8) Kesehatan dalam Perspektif Al-Qur'an, (9) Spiritualitas dan Akhlak, (10) Kerja dan Ketenagakerjaan, (11) Keniscayaan Hari Akhir, (12) Pendidikan, Pembangunan Karakter, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta (13) Hukum, Keadilan dan Hak Asasi Manusia.

Foto Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional Ulama Al-Qur'an Tahun 2011 Oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul MajdiLombok (21/06/2011) - Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Al-Qur'an merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1974 oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur'an yang saat itu berada di bawah Puslitbang Lektur Keagamaan Badan Litbang Agama, Muker Ulama Al-Qur'an telah menghasilkan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia, Al-Qur'an Bahriyah (Al-Qur'an Pojok), dan Al-Qur'an Braille yang menjadi standar dan pedoman dalam pentashihan, penerbitan, dan peredaran Al-Qur'an di Indonesia.

Banjarmasin (08/06/2011) - Minggu-minggu terakhir ini, siapa saja yang datang ke Banjarmasin melalui Bandara Syamsuddin Noor akan disambut baliho besar saat menuruni pesawat. Gambar foto Menteri Agama, Suryadarma Ali, serta gubernur Kalimantan Selatan menempel pada baliho dengan tulisan “Selamat Datang Kafilah STQ Nasional XXI” di Kota Banjarmasin. Banjarmasin, kota religius dengan 98,5% penduduknya muslim ini, memang sedang mengadakan hajatan besar STQ Nasional, 4-11 Juni 2011.

Bogor (16/06/2011) - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an kembali mengadakan sidang pleno kajian Tafsir Tematik. Sidang diadakan di Hotel Griya Astuti, Puncak, Bogor, dengan tema “Al-Qur’an dan Isu-isu Kontemporer II”. Selain dihadiri oleh Kepala Lajnah, Drs. H. Muhammad Shohib, MA, sidang dihadiri oleh beberapa pakar penyusun tafsir ini, di antaranya, Prof. Dr. H. Didin Hafidhuddin, Dr. KH. Malik Madani, Prof. Dr. Huzaemah T. Yanggo, dan sejumlah pakar tafsir lainnya.

Foto Suasana Sidang Penyusunan Pedoman Cara Membaca Al-Qur'an BrailleBandung (08/06/2011) - Dari tahun ke tahun kebutuhan terhadap Al-Qur’an Braille semakin meningkat, meskipun produksinya belum sebanding dengan kebutuhan yang diperlukan. Di samping itu, kebutuhan untuk mempelajari Al-Qur’an Braille tidak hanya diperlukan oleh para tunanetra sendiri, melainkan orang awas pun mulai memerlukannya. Untuk bisa membaca Al-Qur’an Braille , tentu memerlukan suatu pedoman tersendiri yang berbeda dengan pedoman membaca Al-Qur’an biasa untuk orang awas.