Cirebon, 25/10/2108. “Penelitian dan kajian mushaf kuno Nusantara yang dilakukan LPMQ memiliki peran yang penting. Hasil dari penelitian tersebut diharapkan bisa dikapitalisasi menjadi karya yang memiliki nilai manfaat di tengah masyarakat.” Demikian disampaikan kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA dalam sambutannya pada acara workshop manuskrip Al-Qur’an Nusantara kerja sama LPMQ dengan IAIN Syekh Nurjati, Cirebon.

Workshop ini diselenggrakana pada Kamis, 25 Oktober 2018 di Ruang Auditorium Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUSA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr. H. Sumanta, M.Ag dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSA) dan segenap pejabat, dosen, dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Sumanta mengatakan bahwa semestinya civitas akademika IAIN memiliki kesadaran sejarah, dan bisa belajar bagaimana mengkaji manuskrip Al-Qur’an Nusantara dan mengambil manfaat darinya. Manuskrip itu, lanjut Sumanta, besentuhan dengan daerah, budaya dan lingkungan sekitarnya, sehingga sangat disayangkan jika manuskrip itu sampai bermigrasi ke daerah atau bahkan negara lain. Melalui kerja sama ini diharapkan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati memiliki perhatian dan memiliki kurioritas yang tinggi untuk melakukan kajian terhadap manuskrip Al-Qur’an Nusantara, khsusunya yang ada di Cirebon, terutama untuk menjaga warisan ulama masa lalu.

Bertindak sebagai pengisi materi pada acara ini adalah Dr. H. Adib, M.Ag (IAIN Syekh Nurjati) yang mengangkat tema “Kajian Mushaf Kuno di Cirebon: Potensi dan Prospeknya”, H. Zarkasi, MA (Peneliti LPMQ), “Tradisi Penyalinan Mushaf Kuno di Kawasan Cirebon”, dan Dr. H. Zainal Arifin, MA (Peneliti LPMQ) tentang “Metode Penelitian Manuskrip Al-Quran.” Tema-tema ini diangkat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti LPMQ selama beberapa tahun.

Diharapkan dari penelitian dan penyelenggaran workshop ini muncul rasa kurioritas di kalangan mahasiswa atau penggiat kajian Al-Qur’an untuk mengkaji manuskrip Al-Qur’an Nusantara sebagai warisan ulama masa lalu yang sangat penting dan berharga. [Mustopa]