Brunei Darussalam (30/09/17) – Melalui jalinan kerjasama dengan Universitas Islam Sultan Syarif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama menyelenggarakan seminar tentang Manuskrip Al-Qur’an Nusantara. Pertemuan ilmiah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Penelitian Manuskrip Al-Qur’an Nusantara yang dilakukan di Brunei Darussalam.

Bertempat di auditorium UNISSA, seminar dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuludin, Liliy Suzana binti Hj Shamsu. Mewakili UNISSA, Liliy menyampaikan rasa senang dan bangga dapat bekerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seminar dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Harapannya, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan civitas akademika di lingkungan UNISSA dan para pemerhati Al-Qur’an di Brunei Darussalam terkait manuskrip Al-Qur’an nusantara.

Hadir dalam kesempatan ini narasumber dari LPMQ, Muchlis M. Hanafi, Muhammad Musadad dan Ahmad Jaeni. Sedangkan dua narasumber dari UNISSA terdiri dari Haji Ahmad Baha bin Haji Mokhtar dan Gumma Ahmed Himmad, dua pengajar UNISSA yang berasal dari Malaysia dan Sudan.

Muchlis M. Hanafi yang juga menjabat sebagai pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an menyampaikan tema tentang Signifikansi Penelitian Manuskrip Al-Qur’an Nusantara. Menurutnya, kegiatan penelitian manuskrip Al-Qur’an nusantara penting dilakukan dalam rangka mengetahui capaian keilmuan ulama masa lalu.  Melalui manuskrip Al-Qur’an kuno, selain kemajuan yang telah dicapai di bidang seni permushafan, juga dapat dilihat perkembangan di bidang ulumul qur’an. “Biarlah fakta-fakta dalam mushaf kuno itu bicara tentang kemajuan zamannya”, tandasnya. Dua pembicara lainnya, Muhammad Musadad dan Ahmad Jaeni masing-masing menyampaikan tema tentang Karakteristik Manuskrip Al-Qur’an Nusantara dan Aspek Ulumul Qur’annya. Sementara itu, dua narasumber dari UNISSA berbicara tentang tingginya perhatian Sultan Hasanah Bolkiah terhadap upaya  penulisan Mushaf Al-Qur’an di Brunei Darussalam dan proses penulisan mushaf UNISSA yang sedang berlangsung.  

Sebagai bagian dari rangkaian penelitian manuskrip Al-Qur’an nusantara di Brunei Darussalam, kegiatan seminar ini diharapkan dapat mendorong kesadaran bersama terhadap pentingnya merawat dan mengkaji warisan yang sangat berharga tersebut. (AJI)