Bogor (23/8/17).  Sebagai lembaga yang bertugas melakukan pentashihan mushaf Al-Qur’an, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) tidak hanya mentashih Al-Qur’an bagi orang-orang awas atau orang yang bisa melihat, namun juga mentashih Al-Qur’an Braille yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas netra. “Lajnah dalam hal ini terus berupaya memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan teman-teman penyandang disabilitas netra.” Demikian disampaikan Kepala LPMQ, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA dalam sesi pembukaan acara Sidang Reguler Pentashihan ke-8 yang diselenggarakan selama tiga hari, 23 – 25 Agustus di The Sahira Hotel, Bogor. Doktor lulusan Al-Azhar Mesir ini menambahkan bahwa bukan Al-Qur’an saja yang akan dihadirkan untuk penyandang disabilitas netra, namun juga produk-produk LPMQ lainnya, seperti tafsir tematik, tafsir ilmi, dan lain sebagainya. Upaya ini dilakukan agar produk-produk LPMQ bisa dirasakan oleh semua orang dan kalangan, termasuk para penyandang disabilitas netra.

Untuk mentashih mushaf Al-Qur’an Braille yang diajukan oleh Dirjen Bimas Islam, selain mengandalkan tenaga pentashih yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an Braille, LPMQ juga menghadirkan pentashih dari Raudatul Makhfufin, Tangerang dan Wiyata Guna, Bandung yang diundang secara khusus untuk mentashih Al-Qur’an Braille. Selain Al-Qur’an Braille, sidang regular kali ini juga membawa sejumlah naskah lain untuk ditashih. Naskah-naskah tersebut diajukan di antaranya oleh 1) CV. Adwaul Bayan, Depok, Mushaf Al-Qur’an dan Terjemah 18 baris; 2) PT. Dinamika Cahaya Bekasi, Mushaf Tajwid warna, terjemah dan Transliterasi; 3) PT. MUTU, Bekasi, Mushaf Tajwid Warna; 4) Unit Percetakan Al-Quran Kemenag RI, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; 5) PT. Karya Toha Putra Semarang, Mushaf Tajwid warna dan Terjemah dengan Gharib; 6) PT. Karya Toha Putra Semarang, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; 7) PT. Cordoba Internasional Bandung, Mushaf Al-Qur’an 30 Juz; 8) PT. Cordoba Internasional Bandung, Mushaf Tahfidz dan Terjemah; 9) PT. Cordoba Internasional Bandung, Mushaf 18 baris Waqaf dan Ibtida’; 10) Wahyu Qalbu Jakarta, Mushaf Tajwid Warna (Hafalan); dan 11) CV. Mukmin Jakarta, Mushaf Tajwid Warna.

Sebagaimana Sidang Reguler Pentashihan sebelumnya, sidang kali ini juga mengundang sejumlah narasumber dan tim pakar di bidang pentashihan, di anataranya adalah Dr. H. Bunyamin Yusuf Surur, Drs. H.E. badri Yunardi, Drs. H. Mazmur Sya’roni, Dr. Hj. Ummi Husnul Khatimah, MA, Dr. Hj. Romlah Widayati di samping Kepala LPMQ dan Kabid Pentashihan. Melalui sidang regular ini, diharapkan pentashihan bisa lebih baik dan bisa memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat. Must