Bandung(24/08/2017) - Museum Sri Baduga yang berada di kota Bandung pada bulan Agustus ini mengadakan acara Museum Sri Baduga Expo 2017 berjudul Hidden Treasure Daluang, Fuya and Tapa dengan tema “Keberagaman Budaya Asia Pasifik, Momentum Harmonisasi Antar Bangsa”. Acara yang diikuti oleh 13 museum provinsi, 7 museum kabupaten kota, dan 6 museum di Asia Pasifik yakni National Museum Of Prehistory, Taiwan, New Zealand, Papua New Gunea, Mexico, Guatemala, Samoa.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal termasuk salah satu museum yang mengikuti acara ini. Ada 3 koleksi manuskrip berbahan daluang yang dipamerkan pada museum expo yang akan berlangsung dari tanggal 24 Agustus s.d 13 September ini. Ketiga koleksi tersebut adalah Mushaf Al-Qur’an, Naskah Al-Qur’an dan Terjemah dalam Bahasa Jawa Madura, dan Hikayat Nabi Muhammad.

Acara pembukaan berlangsung meriah yang diawali dengan penyambutan para kepala museum yang mengikuti pameran secara adat Sunda. Pada acara pembukaan ini juga dihibahkan 13 lukisan milik para kolektor kepada pihak museum Sri Baduga.

Pembukaan pameran secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat ditandai dengan pemukulan kohkol (kentongan yang dibuat dari bambu) yang diikuti pemukulan kohkol secara serentak oleh para kepala museum yang menjadi peserta pameran. Setelah itu dilakukan penyerahan bibit pohon saeh (broussonetia papyrifera) kepada sekolah-sekolah yang hadir pada acara pembukaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan generasi muda kepada warisan budaya bangsa. Pohon saeh merupakan pohon bahan pembuat kertas daluang, fuya, dan tapa.

Acara pembukaan ditutup dengan penanaman pohon saeh yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Kepala Museum Nasional.